About I La Galigo
"Karya sastra terpanjang yang diketahui, merupakan mitos penciptaan suku Bugis."
Apa itu I La Galigo?
I La Galigo (juga dikenal sebagai Sureq Galigo) adalah epik penciptaan suku Bugis dari Sulawesi Selatan, Indonesia. Ditulis dalam aksara Bugis pada naskah daun lontar (disebut lontara), epik ini terdiri dari sekitar 300.000 baris teks — menjadikannya karya sastra terpanjang di dunia, melampaui Mahabharata dari India.
Kisahnya
Epik ini menceritakan asal usul dunia menurut kosmologi Bugis. Dimulai dari Datu Patoto'e (Tuhan Yang Maha Esa) dan penciptaan Dunia Atas, Dunia Tengah (Bumi), dan Dunia Bawah. Narasi mengikuti manusia pertama — makhluk ilahi yang turun dari para dewa — saat mereka mendirikan kerajaan, berperang, jatuh cinta, dan menjalani hubungan rumit antara ketiga dunia.
Tokoh utama termasuk Batara Guru, raja pertama Luwu; Sawerigading, pahlawan terbesar; dan La Galigo sendiri, sang pencatat yang namanya menjadi judul epik.
Pengakuan UNESCO
Pada tahun 2011, I La Galigo terdaftar dalam UNESCO Memory of the World Register, mengakuinya sebagai warisan sastra yang signifikan secara global. Naskah tertua yang diketahui berasal dari abad ke-14, meskipun tradisi lisan di baliknya jauh lebih tua.
Proyek Ini
Website ini menyajikan seluruh 118 episode I La Galigo dalam bahasa Indonesia asli, dengan terjemahan bahasa Inggris yang dihasilkan menggunakan AI (saat ini 118 dari 118 episode telah diterjemahkan). Tujuan kami adalah membuat warisan sastra luar biasa ini dapat diakses oleh pembaca global.