Episode 054: Jatuh Cinta I We Cudai Kepada Sawerigading
"Jadi, apa kau benar-benar ingin melanjutkan begitu saja, Sawerigading?" We Tenriabeng bertanya dengan nada khawatir. "Kau tak paham betapa kerasnya hati We Cudai, bukan? Apakah kau yakin ini keputusan yang tepat?"
"Tenang, kak. Dia mungkin keras kepala, tetapi aku merasakan ada sesuatu yang lebih dalam di balik sikapnya," jawab Sawerigading, memasukkan tangannya ke dalam saku. "Aku hanya perlu satu kesempatan."
Di malam hari yang sejuk di Ale Cina, Sawerigading mengunjungi kamar We Cudai. Pintu kamar tidak terkunci, dan dalam gelap, ia menemukan We Cudai terlelap. "Ini kesempatan yang ku tunggu," bisiknya pada diri sendiri, beranikan diri untuk melangkah lebih dekat.
Ketika We Cudai terbangun, matanya membulat. "Sawerigading! Apa yang kau lakukan di sini?"
"Ssshh, tenanglah. Aku hanya ingin berbicara," jawab Sawerigading, mencoba tersenyum. "Kau lupa syarat yang kau buat? Aku di sini untuk membuktikan bahwa cinta ini bisa menembus segala batas."
"Cinta? Mimpi apa kau, Sawerigading?" We Cudai menjawab dengan nada skeptis. "Mereka akan mentertawakan kita, terutama setelah semua yang terjadi."
"Aku tidak peduli dengan gosip! Yang ku mau hanyalah hatimu," kata Sawerigading, menatap dalam-dalam ke wajahnya. "Cobalah untuk tidak berpikir tentang apa kata orang, tapi dengarkan suara hatimu."
Dengan suara pelan, We Cudai menjawab, "Tapi... aku sudah terbiasa mengabaikan perasaan ini. Aku tidak tahu bisa mengandalkanmu atau tidak."
"Berikan aku kesempatan, We Cudai. Izinkan aku membuktikan bahwa aku bisa menjadi pria yang kau inginkan," Sawerigading bersikeras.
We Cudai mengalihkan pandangannya, berjuang dengan emosinya. "Selama ini, aku berpikir tidak ada yang bisa mengubah pandanganku tentangmu. Tapi mungkin... mungkin aku bisa memberi kesempatan."
Setelah momen hening, tawa lembut We Cudai meledak di udara, "Siapa yang menyangka Sawerigading bisa berbicara romantis? Mungkin ini saat yang tepat untuk melanjutkan cerita kita."
Dengan ketegangan yang mulai mencair, keduanya saling pandang. "Mari kita mulai dari awal," kata Sawerigading, meraih tangannya.
"Namun ini harus tetap rahasia. Kita tidak ingin tertangkap basah oleh gosip lain," We Cudai mengingatkan, tetapi senyumnya menandakan bahwa hatinya mulai luluh.
Dan dengan itu, sebuah bab baru dimulai dalam hubungan mereka, satu yang dipenuhi harapan dan ketegangan di malam yang tenang itu.