Episode 068: I La Galigo Ke Tana Luwu

Story DNA

Genre
legend
Tone
hopeful
Themes
family loyalty, sacrifice, courage, leadership
Plot Summary
Sawerigading is distraught over his daughter La Cudai's grave illness and the lack of crucial medical supplies. His son, La Galigo, though young, is proposed to lead a dangerous quest to retrieve the items. Sawerigading initially hesitates, and his pleas for help from allied kings are met with scorn. However, La Galigo's unwavering determination and willingness to sacrifice everything for his sister convince his father. Together, they prepare their ship and crew for a perilous night voyage, fueled by renewed hope and courage.

Episode 068: I La Galigo Ke Tana Luwu

Sore yang mendung menyelimuti Istana Malimongan saat Sawerigading berdiri termenung di depan jendela. "La Cudai, ini semua untukmu," bisiknya, memandang wajah putrinya yang terbaring lemah. "Kami perlu peralatan itu, tapi Iwa sudah pergi."

We Tenriabeng tiba-tiba muncul, menepuk bahunya. "Sawerigading, kita harus kembali ke Ale Luwu. La Galigo bisa membantu kita."

"Dia terlalu muda dan tak berpengalaman," kata Sawerigading, menolak tawaran itu. Keringat dingin mengalir di pelipisnya. "Mengapa harus mengulangi kesalahan yang sama?"

We Tenriabeng menjawab, "Kita tak punya banyak pilihan. La Galigo bisa membawa pasukan kita."

La Mappanganro menyela, "Tapi siapa yang akan mengawalnya? Semua yang berani berlayar ke Ale Luwu pasti akan menghadapi bahaya."

"Tapi kita juga tidak punya waktu lagi!" seru We Cudai, semangatnya membara. "Kalau kita tidak bertindak sekarang, apa yang akan terjadi padaku?"

Sawerigading menghela napas berat, "Kalau begitu kita akan melibatkan raja-raja sekutu. Kita perlu persetujuan mereka."

Di ruangan pertemuan, Sawerigading menjelaskan rencananya kepada para raja. "Ini adalah misi untuk menyelamatkan La Cudai. Kita perlu bersatu!"

Namun, suara sarkastik terdengar. "Kita akan mengorbankan anak kita untuk Ambisi putra mahkota yang belum teruji? Biarlah takdir yang menuntun mereka," ujar seorang raja.

Kemarahan menghantui Sawerigading. "Kalian munafik! Ketika kita perlu bersatu, kalian malah mengkhianati!"

Setelah rapat berakhir, emosi Sawerigading meluap. Ia menutup pintu rapat dengan keras, air mata menetes di pipinya. "Anak-anakku, kalian tak seharusnya terjebak dalam permainan orang dewasa ini," ucapnya sambil mendesah.

Kemudian, La Galigo masuk dengan gagah, "Ayah, aku siap! Aku akan melakukan ini untuk We Cudai. Tidak ada yang bisa menghalangiku!"

Sawerigading terkejut dan hampir marah. "La Galigo, ini bukan permainan! Hidupmu dipertaruhkan!"

"Tapi aku mau. Aku akan mengambil risiko ini, dan jika perlu, akan menyerahkan tahta demi menyelamatkan saudara perempuanku," balas La Galigo dengan mata penuh tekad.

Mendengar kata-kata itu, Sawerigading merasa bangga sekaligus khawatir. "Baiklah, jika kamu memang ingin pergi, kita harus mempersiapkan segalanya."

Dengan semangat baru, La Galigo dan Sawerigading mempersiapkan pelayaran mereka. "Kami akan memperbaiki perahu Walen Renge. Kita akan berlayar ke Ale Luwu malam ini!" teriak La Galigo, bersemangat.

Sawerigading menyetujui rencana itu. "Ayo mulai dengan memanggil pengawalnya. Mereka juga harus siap menghadapi tantangan. Tidak ada lagi keragu-raguan."

Sebagai hari semakin gelap, persiapan pelayaran dimulai. Saat perahu diperbaiki, semangat di antara mereka meningkat. "Kita tidak akan mundur!" La Galigo bersorak.

Dengan semangat yang berkobar, mereka bersiap berlayar, hanya menunggu malam tiba. Begitu sinar bulan muncul, pelayaran yang penuh harapan dan tantangan segera akan dimulai.

Tokoh dalam Episode Ini

Sawerigading (protagonist) La Cudai (supporting) We Tenriabeng (supporting) La Mappanganro (minor) La Galigo (protagonist) Iwa (minor)