Episode 078: Dan Guna Guna La Galigo Untuk Mendapatkan We Tenriengka

Story DNA

Genre
folk tale
Tone
melancholic
Themes
forbidden love, desire and obsession, consequences of actions, loyalty vs. betrayal
Plot Summary
After Ila Paseweng departs, La Galigo, against his guards' warnings, sets out to steal We Tenriengka using a magic mantra. Disguised as a woman, he infiltrates her palace and casts a spell to make her believe he is her husband. We Tenriengka briefly falls under the enchantment but awakens, confused and panicked, realizing the deception. Meanwhile, Ila Paseweng, sensing trouble, decides to return home, setting the stage for a potential confrontation as La Galigo remains in a dilemma.

Episode 078: Dan Guna Guna La Galigo Untuk Mendapatkan We Tenriengka

Kepergian Ila Paseweng membuat perjalanan La Galigo semakin mendekati tujuannya. Di dalam istana, ia berkumpul dengan dua pengawalnya, Las Lolipu dan Lavawe Narik, yang meski setia, merasa prihatin dengan niat jahat La Galigo.

"Ini bukan cara yang benar, La Galigo," cegah Las Lolipu saat mereka merundingkan rencana. "Rebut istri orang hanya akan membawa malapetaka."

"La Galigo, ingat! Dia istri penguasa," timpal Lavawe Narik, dengan nada cemas. "Jika Ila Paseweng tahu, kita semua bisa terjerumus dalam masalah besar!"

La Galigo tersenyum sinis. "Kalian tidak mengerti. Ini tentang cinta. Aku harus mendapatkannya!" jelasnya penuh semangat. Sikapnya menunjukkan bahwa ia tak mungkin mundur.

Keduanya pun sepakat untuk diam-diam memata-matai La Galigo dan berlayar mengikuti langkahnya. "Kita perlu memperingatkan Ila Paseweng tentang rencananya," tegas Las Lolipu. Dengan tekad, mereka berangkat ke arah Tempe.

Sementara itu, La Galigo terus bergerak cermat menuju istana We White. Dengan penyamaran sebagai perempuan, ia dibantu oleh Lava Musureng. "Ayo, cepat! Kita tidak punya banyak waktu!" bisik La Galigo dengan semangat.

Di depan gerbang istana, para penjaga ragu sejenak, tetapi Lava Musureng meyakinkan mereka. "Kami membawa tamu untuk We White," ujarnya meyakinkan. Mereka pun diizinkan masuk, tidak mengetahui niat sebenarnya.

Sesampainya di depan kamar, La Galigo melepas penyamarannya dan berusaha mengintip. "Dia pasti lebih cantik dari yang diceritakan," ungkap La Galigo penuh kagum.

Dengan membaca mantra yang diajarkan oleh Sawerigading, ia berharap We White akan berhalusinasi mengenalinya sebagai suaminya. "Jangan berkata apa pun, atau mantra ini akan rusak," pikir La Galigo, tegang namun penuh ekspektasi.

Namun, saat ia melihat We White, hatinya berdesir. "Dia sangat menawan!" serunya dalam hati. Ketika keduanya terjebak di dalam gejolak asmara, We White mulai merasakan keanehan.

"Tunggu, siapa kau?" tanya We White dengan kebingungan sebelum terbangun dari halusinasi dan berlari keluar kamar.

"Kenapa mereka terdiam?" gumam La Galigo saat melihat para pelayan hanya tertegun. "Mendapatkan apa yang diinginkan tak semudah itu," sambungnya, tetap berusaha mendekati We White yang panik.

Malam itu membawa La Galigo ke dalam dilema yang lebih dalam dengan We White. Ia menyadari bahwa setiap keputusan akan memicu konsekuensi yang mengubah kehidupannya dan orang-orang di sekitarnya.

"Ini bukan tempatmu, La Galigo!" bisik hati kecilnya, namun hasratnya mengalahkan semua keraguan. Kembali mengulangi mantra, ia mencoba meyakinkan We White lagi.

Sementara itu, di sisi lain, Ila Paseweng melawan kekhawatiran tentang keadaan istrinya. "Aku harus kembali!" ucapnya mantap, merasakan sebuah dorongan yang tak tertahankan. "We White pasti membutuhkan ku."

Dengan keputusan bulat, Ila Paseweng bersiap berlayar menuju Ale Cina. Apakah tindakan La Galigo akan mengakibatkan pertempuran antara kedua kerajaan? Apa yang akan terjadi saat Ila Paseweng tahu kebenaran?

Episode ini mengantarkan kita ke dalam pergulatan cinta dan keputusan berbahaya, menggugah rasa penasaran pada langkah selanjutnya La Galigo dan apa yang akan dihadapi Ila Paseweng di Ale Cina.

Tokoh dalam Episode Ini

La Galigo (protagonist) Las Lolipu (supporting) Lavawe Narik (supporting) Ila Paseweng (antagonist) Lava Musureng (minor) We White (supporting) Sawerigading (minor)