Episode 027: Batara Lattu Dan Reuni Batara Guru

Story DNA

Genre
folk tale
Tone
hopeful
Themes
responsibility, love and marriage, leadership, divine guidance
Plot Summary
Batara Guru, ruler of Ale Luwu, is concerned by his handsome but irresponsible son, Batara Lattu, who is more interested in charming girls than leadership. He decides Batara Lattu needs a suitable spouse to mature, consulting his wife and then his court. When the court struggles to find a match, Batara Guru resolves to journey to the divine realm of Boting Langi' to seek guidance from his parents, Datu Patoto'e and Datu Palinge', hoping to secure a brighter future for his son.

Episode 027: Batara Lattu Dan Reuni Batara Guru

Di istana Ale Luwu, Batara Guru menatap ke luar jendela, merindukan kehadiran Batara Lattu yang kini telah tumbuh menjadi pemuda yang sangat tampan. "Lihatlah, We Nyili' Timo," katanya kepada istrinya. "Ketampanan yang dimiliki Batara Lattu benar-benar menurun dari We Nyili' Timo. Dia akan menjadi pujaan banyak wanita."

We Nyili' Timo hanya tersenyum, "Ya, sayangku. Namun jangan lupakan, ketampanan tidak sebanding dengan kebijaksanaan. Kita harus memastikan dia mengerti tanggung jawabnya."

Di gelanggang sabung ayam, Batara Lattu terlihat dikelilingi gadis-gadis yang terpikat. Salah satu gadis berbisik, "Lihat! Dia pasti akan memenangkan pertandingan lagi!" Seraya melirik, Batara Lattu tersenyum, tidak merasa risih akan perhatian tersebut.

Salah satu teman dekatnya, La Hendri Giling, berkata, "Kau harus hati-hati, Lattu. Terlalu banyak pujian bisa membuatmu tinggi hati." Batara Lattu menjawab sambil tertawa, "Sebenarnya aku hanya ingin melihat siapa yang akan memberiku bunga hari ini."

Mendengar ini, Batara Guru merasa prihatin atas sikap Batara Lattu yang setiap hari melamun. "Mungkin sudah saatnya kita mencarikan jodoh untuknya," ujarnya serius kepada We Nyili' Timo. "Dia perlu mengerti arti cinta yang sesungguhnya."

"Setuju, tapi dari mana kita bisa menemukan seseorang yang setara?" tanya We Nyili' Timo. "Apa kita harus menjodohkannya dengan putri kerajaan lain?"

Batara Guru mengangguk, "Kita harus memanggil seluruh pembesar istana untuk rapat. Mereka perlu terlibat dalam pencarian ini." Pertemuan diatur dengan cepat, dan semua pembesar hadir, penasaran akan pernyataan Batara Guru.

Begitu rapat dimulai, Batara Guru mengungkapkan, "Kita harus mencari jodoh bagi Batara Lattu. Dia sudah mulai merasakan cinta. Namun, dia harus dijodohkan dengan bangsawan."

Salah seorang pembesar, Datu Ale Luwu, berkomentar, "Bagaimana jika kita mencari di kerajaan lain? Kerajaan Tompotikka masih memiliki dua putri."

Namun, Batara Guru menggelengkan kepala. "Sayangnya, kerajaan Tompotikka sudah hancur. Kita tak tahu apakah masih ada yang tersisa di sana." Suasana menjadi tegang, semua tampak ragu.

"Andai kata ada satu kesempatan," La Togeq Langi' menambahkan, "bukankah kita bisa meminta pertolongan dari Datu Patoto'e dan Datu Palinge'?"

Batara Guru menghela napas panjang. "Aku akan kembali ke istana Boting Langi', berharap mereka bersedia memberi kita petunjuk."

Rapat itu berakhir dengan keputusasaan, tetapi harapan tetap membara. Batara Guru menyimpulkan, "Kita harus melakukan segala cara untuk memastikan Batara Lattu menemukan cinta, sebelum terlambat."

Seolah merasakan dorongan dalam hatinya, Batara Lattu melihat ke langit, berharap ada petunjuk dari para dewa. "Jika kalian mengizinkanku menemukan jodoh, aku akan berusaha menjadi pemimpin yang lebih baik," bisiknya pelan.

Malam itu, di bawah cahaya bulan, Batara Guru bersiap. Pertemuan dengan orang tua tercintanya di depan mata, dan dengan harapan, ia bersiap menggapai masa depan yang lebih cerah bagi Batara Lattu.

Tokoh dalam Episode Ini

Batara Guru (protagonist) We Nyili' Timo (supporting) Batara Lattu (protagonist) La Hendri Giling (minor) Datu Ale Luwu (minor) La Togeq Langi' (minor)