Episode 076: Musibah Yang Menanti Ale Cina Hingga Ulah Baru La Galigo
Tiga bulan telah berlalu sejak pernikahan La Galigo dengan We White. Suasana di Ale Cina kini dipenuhi ketegangan. "Kita tidak boleh abai, musibah bisa datang kapan saja," ujar Sawerigading pada para pengawalnya, saat mereka berkumpul di ruang istana yang sunyi. Semua orang kini memilih untuk mengurung diri, berharap doa mereka kepada Datu Patoto'e tidak sia-sia.
Para bisul terbaik telah dipanggil untuk berkonsultasi dengan penghuni kerajaan langit. "Apa yang akan terjadi dengan negeri ini?" tanya We Tenriabeng, mencemaskan keadaan. Salah satu bisul menjawab, "Datu Patoto'e tidak mempermasalahkan pernikahan La Galigo. Namun, perubahan harus dipertimbangkan."
Sawerigading menarik napas lega. "Mungkin kita bisa mulai membangun kembali kepercayaan rakyat kita," harapnya. "Ya, ini saat yang tepat untuk perubahan," sahut We Cudai dengan optimis. "Kita harus menyusun aturan baru yang lebih inklusif," lanjut We Tenriabeng.
Namun, di sisi lain, La Galigo tampak tak sabar menunggu di dermaga. Dikelilingi 70 pengawalnya, dia berkata, "Aku tidak akan meninggalkan tempat ini tanpa menemukan istri ketiga!" Ekspresi genit dan bersemangat menyebar di wajahnya. Para pengawalnya bercanda, mereka telah menyusun rencana untuk mencari perempuan di kapal-kapal yang berlabuh.
"Jangan ceroboh, La Galigo. Kita harus memilih dengan bijak," satu pengawal mengingatkan. Namun La Galigo hanya menjawab, "Aku butuh wanita yang kuat, yang bisa mendampingiku dalam segala hal!"
Dalam pencariannya, La Galigo mendapati seorang gadis dari kapal nelayan. "Ah, gadis ini cocok sekali!" anggap La Galigo dengan mata berbinar. Seluruh pengawalnya ikut bersorak, "Ayo tangkap dia!" Namun, cerdik, gadis itu melarikan diri dari pandangan.
Sementara itu, di istana, suasana semakin tegang. "Keberanian La Galigo bisa menjadi bumerang," kata We Tenriabeng. "Musuh akan mengambil kesempatan dari ulahnya," tambah We Cudai penuh kekhawatiran.
Kembali di dermaga, La Galigo merasa hatinya mulai berdesir melihat sosok gadis lainnya. "Kau, tangkap dia!" titah La Galigo. Namun, pengawalnya bergegas menghentikannya. "Tunggu, La Galigo! Cek dulu latar belakangnya!"
Keputusan La Galigo untuk mencari cinta baru membuat seluruh negeri bergetar. "Apa yang kau lakukan? Ini bukan jalan pemimpin!" bisik We Cudai dalam hati, berdoa agar tidak ada bencana yang mengikuti ulah La Galigo. Saat La Galigo menjalani harinya, ancaman akan datang, dan semua orang di Ale Cina menunggu hasil dari tindakan nekat pemimpin mereka.