Episode 095: Sawerigading Di Bawah Laut Demi Seorang Gadis

Story DNA

Genre
legend
Tone
hopeful
Themes
love, perseverance, destiny, courage
Plot Summary
Sawerigading, attending a ceremony, is devastated to learn of the death of Weleri Cina, the woman he intended to marry. Despite the apparent impossibility, he vows to find her, even in the underworld, inspiring his cousins to join his perilous sea voyage. Their ship capsizes, but they are miraculously saved and find themselves in the underwater kingdom of Pertiwi, where they receive a magical plant capable of reviving the dead. Though warned by Sinau Toja, the Goddess of Pertiwi, Sawerigading remains resolute in his quest, setting a new course with his companions, fueled by hope and determination.

Episode 095: Sawerigading Di Bawah Laut Demi Seorang Gadis

Beberapa dekade sebelum kehilangan yang menyedihkan, Sawerigading yang muda melangkah di antara kerumunan dalam upacara di negeri Tompotikka. "Aku terhormat diundang untuk merayakan kebangkitan makam orangtuamu," ucapnya kepada We Adi Luwu, penghormatan yang tulus.

"Terima kasih, Sawerigading. Berkat kehadiranmu, kami merasa mendapat dukungan," balas We Adi Luwu, senyum hangat menghiasi wajahnya. Namun, di tengah perayaan, Sawerigading merasa ada sesuatu yang hilang.

Ketika perayaan berlangsung, dia bertanya pada sepupunya, "Di mana Galigo Toraja Keling? Aku berharap bisa bertemu dengannya."

Dengan ragu, sepupunya menjawab, "Dia sudah kembali ke kerajaannya. Tapi... ada kabar buruk, Weleri Cina telah meninggal."

Kabar itu bagaikan petir di siang bolong. "Apa? Tidak mungkin! Aku ingin menikahinya!" teriak Sawerigading dengan suaranya yang bergetar. Rasa sedihnya membelenggu jiwanya.

Lama dari meng mencoba menghibur. "Sabar, kawan. Takdir memiliki cara sendiri. Mungkin ada harapan lain."

Sambil menghapus air mata, Sawerigading menyeka wajahnya. "Aku harus mencari cara untuk menemui Weleri Cina, bahkan di dunia bawah sekali pun!" tekadnya menguat.

"Apakah kau sudah gila, Sawerigading? Itu mustahil!" ungkap sepupunya, terkejut mendengar ambisinya.

"Saat hidupku belum berakhir, aku akan mengarungi lautan demi cintaku," jawabnya dengan semangat membara. Para sepupu pun tergerak oleh keberaniannya.

"Jika kau pergi, kami akan ikut! Kita akan berlayar bersama!" seru Lama dari meng dan Pallawa Gau.

Dengan semangat yang tinggi, mereka mempersiapkan perjalanan. Menjelang bulan purnama, mereka berlayar, mencari arah menuju kerajaan Pertiwi. Namun, lautan yang tenang tidak bertahan lama.

"Kita terjebak di tepi air terjun!" teriak awak kapal, kepanikan melanda. Sesaat kemudian, kapal terbalik dan mereka terperosok ke lautan yang dalam.

Hampir putus asa, Sawerigading berdoa dalam hati. Belum lama setelahnya, seekor makhluk aneh muncul, mengusung kapal yang tenggelam. "Kami bukan mati! Kami jatuh ke kerajaan Pertiwi!" seru Lama saguni dengan suara ceria.

Mendengar itu, Sawerigading terheran. "Jadi, kalian masih hidup? Kenapa tidak memberi tahu lebih awal?"

Lama saguni memberi hadiah yang membuat darah Sawerigading mendidih: "Ini tanaman ajaib! Bisa menghidupkan kembali orang yang sudah meninggal."

"Bisa untuk Weleri Cina?" Sawerigading bertanya penuh harap.

"Tentu!" jawabnya dengan penuh keyakinan. Ketegangan di kapal menguap, semangat baru terlahir.

Namun ketidaktenangan kembali saat angin bertiup kencang, suara guntur mengguling. Di hadapan mereka muncul sinau toja, Dewi dari kerajaan Pertiwi. "Kenapa kalian berlayar tanpa tujuan yang jelas, manusia?" tanyanya, suaranya berwibawa.

"Saya akan menjemput Weleri Cina!" jawaban Sawerigading penuh keyakinan, meski tahu betapa mustahil itu.

"Berhati-hatilah, aku menyarankan untuk tidak berlama-lama di sekitar manusia," Sinau toja memperingatkan. Rasa ingin tahunya tersirat di wajahnya, membuat Sawerigading gugup.

Kekacauan muncul saat sinau toja bersiap untuk kembali. "Baiklah, aku pergi. Ingat, keputusanmu akan menentukan nasibmu," katanya lalu menghilang ke dalam deburan ombak.

"Saya tidak akan mundur, saya akan menemukan cara!" tekad Sawerigading kian menyalakan semangat teman-temannya yang juga ingin ikut dalam pencarian ini.

Dengan arah baru yang mengarahkan mereka ke tujuan yang tepat, mereka segera berbalik dan memulai petualangan baru. Keberanian menanti di depan, dan sebuah kisah cinta baru akan bergulir di kedalaman lautan yang misterius.

Tokoh dalam Episode Ini

Sawerigading (protagonist) We Adi Luwu (supporting) Lama dari meng (supporting) Pallawa Gau (supporting) Lama saguni (supporting) Sinau toja (antagonist) Weleri Cina (minor)