Episode 014: Dunia Atas Bumi Dan Dunia Bawah

Story DNA

Genre
folk tale
Tone
solemn
Themes
interdependence, diplomacy, power dynamics, balance
Plot Summary
Rukeling Poba and Mak Ompong arrive at the underwater kingdom of Pertiwi to invite its ruler, Sinau Toja, to a crucial meeting with Sang Datu Patoto'e of the Upper World, concerning the fate of Earth and humanity. Sinau Toja expresses apprehension about Patoto'e's intentions, fearing domination, but acknowledges the need for humans. After also inviting the Sari Jawa kingdom, the delegation faces an impatient Patoto'e and a challenging entry into the Upper World, ultimately gaining access to begin their vital negotiations for a new era of inter-realm relations.

Episode 014: Dunia Atas Bumi Dan Dunia Bawah

"Mak Ompong, Rukeling Poba, akhirnya kita tiba di kerajaan Pertiwi!" seru Mak Ompong, terpesona oleh keindahan istana di bawah laut. Rukeling Poba mengangguk, "Memang mengagumkan. Tapi kita tidak bisa bersantai terlalu lama, ada tugas yang harus diselesaikan."

Mereka berdua melangkah ke hadapan Sinau Toja dan Guru Resellect yang menunggu. "Kami di sini atas undangan Sang Datu Patoto'e," kata Rukeling tegas, "Menjelang bulan purnama, beliau ingin membahas urusan penting terkait bumi."

"Keberadaan manusia sangat diperlukan untuk keseimbangan dunia," jawab Sinau Toja. "Tapi aku khawatir, jika Patoto'e ingin menguasai bumi dengan cara yang tidak adil."

Guru Resellect menimpali, "Kita harus bersikap bijak. Tanpa manusia, kekuatan kita akan menjadi sia-sia." Dalam hatinya, Sinau Toja merasa ini adalah kesempatan untuk mengambil keputusan yang tepat.

"Apakah kalian yakin itu keputusan yang bijak?" Sinau Toja bertanya, matanya menatap tajam. "Bagaimana jika Patoto'e nantinya ingin mendominasi tanpa menghiraukan kami yang menjaga keseimbangan?"

"Kerajaan Langit membutuhkan manusia sebagai penyembah," jawab Rukeling. "Tanpa mereka, apa arti kekuasaan kami?"

Setelah berbincang, mereka memutuskan agar Rukeling dan Mak Ompong beristirahat sejenak sambil menikmati pemandangan. Namun, mereka juga memiliki tugas lain-mendatangi Kerajaan Sari Jawa.

"Saya tidak percaya masih ada kekuasaan yang harus kita undang," seru Mak Ompong, sedikit kesal. Rukeling menjawab, "Ini tentang menjalin ikatan dan menunjukkan rasa hormat. Kita harus melakukannya."

Saat sampai di Kerajaan Sari Jawa, Senik Batara dan Tahu Bala Uninyi sangat terkesan dengan undangan tersebut. "Kami akan turut serta dalam musyawarah ini," ujar Senik Batara sambil tersenyum. "Sangat terhormat bagi kami."

Setelah menyelesaikan tugas di kerajaan itu, mereka berencana kembali ke Langit. Namun sebelum sempat kembali, bumi bergetar, menandakan bahwa Patoto'e sudah mengetahui keberadaan mereka. "Kita harus cepat kembali! Patoto'e tidak suka jika kita berlama-lama di bumi!" Mak Ompong berteriak, panik.

Sinau Toja yang tidak sabar ingin segera ke Langit berangan-angan, "Seandainya aku menjadi Patoto'e, akan kukirimkan sosok yang mampu mengubah bumi selamanya. Tapi, semua ini di luar kendaliku."

Akhirnya, setelah waktu yang dinanti tiba, rombongan yang dipimpin oleh Sinau Toja berkumpul untuk berangkat ke istana Patoto'e. Di tengah perjalanan, berbagai pemimpin dari kerajaan lain menyusul agar semua memastikan kehadiran mereka.

Ketika matahari hampir terbenam, mereka mendekati istana Langit Ketujuh. Namun, pasukan penjaga dipimpin oleh Toaleboring menghadang. "Kalian tidak boleh masuk tanpa izin!" teriaknya.

"Siapa kalian untuk melarang kami?" balas seorang anggota rombongan dengan marah. Namun, Toaleboring mengingatkan mereka akan etika dan menghormati posisi mereka.

Akhirnya, rombongan Pertiwi diizinkan masuk, meskipun dengan kesal. "Ini adalah kesempatan kita untuk menyatukan kekuatan!" seru Sinau Toja dengan semangat. Momen ini menjadi kunci untuk menjalin hubungan baru antara dunia atas dan bawah.

Tokoh dalam Episode Ini

Mak Ompong (supporting) Rukeling Poba (protagonist) Sinau Toja (protagonist) Guru Resellect (supporting) Sang Datu Patoto'e (antagonist) Senik Batara (minor) Tahu Bala Uninyi (minor) Toaleboring (minor)