Episode 015: Diturunkannya Batara Guru Ke Bumi

Story DNA

Genre
legend
Tone
solemn
Themes
creation, destiny, responsibility, sacrifice
Plot Summary
Amidst a tense divine assembly, Patoto'e decrees that his eldest son, La Togeq Langi', must descend to Earth to establish a new life. After being named Batara Guru and receiving a solemn warning about his responsibilities, he bids a tearful farewell to his father and the heavens. His dramatic descent transforms the barren Earth into a vibrant, living world through his actions, marking the beginning of his stewardship and the creation of new life.

Episode 015: Diturunkannya Batara Guru Ke Bumi

Ketika rombongan Mak Ompong dan Rukeling Poba tiba di istana Patoto'e, suasana tegang menyelimuti. "Apa yang terjadi dengan semua ini?" Mak Ompong bertanya sambil mengamati wajah-wajah yang penuh rasa kesal. Rukeling menjawab, "Kita harus tahu dari Patoto'e; ada sesuatu yang lebih besar di balik ini."

Patoto'e berdiri tegak di hadapan para tamu, bangga akan ketekunan bawahannya. "Musyawarah ini adalah tentang perencanaan yang lebih baik untuk masa depan," katanya, mengalihkan pandangan para hadirin. "Anak sulungku, La Togeq Langi', akan diturunkan ke bumi."

Di antara para utusan, Sinau Toja bertanya, "Jika La Togeq Langi' akan diturunkan, apa jodohnya di bumi?" Suara lainnya menambahkan, "Kita perlu memastikan dia tidak sendirian."

Patoto'e mengangguk setuju, "Dia akan dijodohkan dengan putri tercantik dari kerajaan Pertiwi, Wino. Namun, itu hanya akan terjadi jika dia mampu hidup mandiri di bumi."

"Bagaimana jika dia gagal?" Datu Palinge' memperingatkan. "Kita tidak bisa mengabaikan konsekuensi dari keputusan ini."

Sawerigading, yang baru saja menghadiri musyawarah, merasa pusing. "Namanya pun harus ditentukan. Dewa dan manusia adalah dua entitas berbeda, kan?" ucapnya, semakin bingung.

Rukeling dan Mak Ompong yang menyaksikan dari jauh berbisik, "Bagaimana kalau kita beri nama Batara Guru? Nama itu akan menyatukan diri kita semua," saran Rukeling.

Hening sejenak saat usulan itu terdengar. "Batara Guru?" hadirin terkejut, tetapi Patoto'e menyetujuinya. "Nama hebat itu akan menjadi penghormatan bagi utusan dari kerajaan Pratiwi."

Saat momen penurunan tiba, atmosfer semakin emosional. "Anakku, sucikan dirimu sebelum menjejakkan kaki di bumi," Patoto'e berkata dengan suara bergetar. La Togeq Langi' yang kini dikenal sebagai Batara Guru menunduk, menahan air mata.

"Selamat tinggal, Ayahanda," ucap Batara Guru. Dia beranjak ke tempat penyucian. Dalam kesedihan, para hadirin tidak henti-hentinya mengusap air mata.

"Jika aku melanggar aturan, bencana akan menimpa kita semua," tegas Patoto'e. Semua terdiam, meresa berat dengan beban yang dihadapi Batara Guru.

Begitu momen puncaknya tiba, langit terbelah. Suara gemuruh guntur menggelegar, menandakan kepergian Batara Guru. Air mata mengalir tak terbendung, kali ini dari semua yang hadir.

Batara Guru terjun bebas, membawa barang bawaan yang telah disiapkan. Sesampainya di bumi, dia menyebarkan beras warna-warni. "Ini sebagai tanda kehidupan baru," ujarnya dalam hati.

Seluruh bumi bergetar, daratan timbul, lautan terhampar. "Kini, makhluk-makhluk baru akan lahir," Batara Guru memikirkan penugasan barunya.

Dalam sekejap, semua berubah. Hutan berwarna hijau mulai tumbuh. Dengan setiap lemparan barang, bumi perlahan berubah menjadi lebih indah. "Aku akan menjaga bumi ini!" pekik Batara Guru.

Akhirnya, saat-saat penuh harapan menanti; bumi kini siap menerima penciptanya yang baru, Batara Guru, yang akan membawa cahaya ke dalam kegelapan. Sekarang, perjalanan baru di bumi dimulai.

Tokoh dalam Episode Ini

Batara Guru (protagonist) Patoto'e (supporting) Mak Ompong (minor) Rukeling Poba (minor) Sinau Toja (minor) Datu Palinge' (minor) Sawerigading (minor)