Episode 071: La Galigo Dengan Perempuan Yang Sudah Punya Suami

Story DNA

Genre
folk tale
Tone
solemn
Themes
power and authority, desire and entitlement, consequences of actions, social hierarchy
Plot Summary
La Galigo, visiting Ale Luwu, becomes enamored with a married woman and, despite warnings and the woman's existing marriage, asserts his kingly right to take her. Her husband, Daeng Samana, is forced to divorce her and leaves. La Galigo celebrates his wedding, feeling a sense of triumph, but his victory is tinged with emptiness and internal anxiety, hinting at future repercussions for his selfish actions.

Episode 071: La Galigo Dengan Perempuan Yang Sudah Punya Suami

Di Ale Luwu, belasan hari berlalu sejak La Galigo dan rombongannya tiba. Suasana di kerajaan kini terasa hangat dan akrab, perlakuan baik rakyat membuat La Galigo mulai merasa betah. "Kita sebaiknya segera kembali ke Ale Cina," ujar salah satu pengurus kapal, "Raja kami pasti menunggu."

La Galigo menjawab, "Tunggu, kebahagiaan di sini membuatku ragu. Apa kau tidak melihat betapa ramahnya mereka?"

Para kru kapal saling memandang cemas. "Kami takut, Tuan. Jangan sampai Anda kabur dan menetap di sini," ucap salah satu dari mereka.

"Kuakui, aku mulai menyukai tempat ini," La Galigo mengakui, tatapannya terfokus pada seorang wanita cantik yang duduk di sudut. Dengan penuh percaya diri, ia melangkah mendekatinya. "Wahai rakyat, bagaimana pendapat kalian jika seorang pendatang menikahi salah satu putri kalian?"

Pengurus terkejut, "Tuan, siapakah yang ingin Anda nikahi?"

"Apakah di sini ada yang sudah menikah?" tanya La Galigo sambil menatap gadis itu. "Aku butuh tahu."

"Perempuan itu sudah berkeluarga, Tuan," jawab pengurus dengan tergagap, tampak cemas.

"Siapa bilang dia tak boleh aku cintai?" La Galigo menegaskan tanpa mengindahkan peringatan itu.

"Di negeri ini, seorang raja dikenal dengan haknya untuk menikahi siapapun, bahkan jika telah bersuami," pengurus menjelaskan, "Tetapi berani sekali Anda, Tuan, memutuskan hal ini."

La Galigo tersenyum lebar. "Aku akan membuatnya menjadi rakyatku."

Sementara itu, wanita yang dijadikan objek perhatian La Galigo, merasa terperangkap. Di depan suaminya, Daeng Samana, ia hanya bisa menahan air mata. "Aku tak ingin meninggalkanmu," ucapnya gemetar.

Samana menatapnya dengan penuh kasih dan kepasrahan. "Apa yang bisa kulakukan? Ketentuan raja tak dapat dilawan."

Perceraian pun tak terhindarkan. Samana pergi berlayar, meninggalkan kenangan pahit di Ale Luwu. Dan kini, La Galigo berdiri bangga di pelaminan, merayakan kemenangan yang terasa kosong.

La Galigo berbisik, "Sekarang aku adalah yang terkuat." Di sisi lain, para pengawalnya hanya bisa berdiam, merasa kasihan pada yang kehilangan. Kendati bersembunyi di balik kesetiaan mereka, ada rasa miris terhadap tindakan La Galigo.

Di dalam kamar, La Galigo bersiap untuk malam pertamanya. Meski ia mengecap kemenangan, hatinya dipenuhi kecemasan. "Apakah ini benar-benar pilihan terbaik?" batinnya. Tetapi ego tak membiarkan keraguan mengalah.

"Aku adalah raja," ucapnya dalam hati, tanpa menyadari bahwa tindakan ini akan membawa konsekuensi lebih besar dari yang ia bayangkan.

Tokoh dalam Episode Ini

La Galigo (protagonist) Daeng Samana (minor) The Woman (supporting) The Ship Steward (minor)