Episode 077: La Galigo Pada Wanita Tercantik Di Dunia

Story DNA

Genre
folk tale
Tone
hopeful
Themes
desire and longing, beauty and obsession, social boundaries, curiosity and impulse
Plot Summary
La Galigo, a ruler, becomes obsessed with seeing a woman rumored to be the most beautiful in the world, who is married to another ruler in Tempe. His initial attempt to see her during a cockfight fails, leaving him dejected. His loyal friend, Sawerigading, then devises a new plan to invite the woman and her husband to another cockfight, fueling La Galigo's intense anticipation and longing, despite warnings about her marital status, leaving the story unresolved as he awaits her arrival.

Episode 077: La Galigo Pada Wanita Tercantik Di Dunia

Sore hari yang cerah di Ale Cina dipenuhi tawa antara Sawerigading dan sahabatnya, La Togeq Langi'. Mereka duduk santai di tepi danau, berbagi kenangan masa muda. "Aku selalu jadi idola para wanita zamanku," kata Sawerigading dengan bangga. La Togeq Langi' menimpali, "Ah, saya juga memiliki banyak penggemar. Namun, belum ada yang spesial." Mereka berdua tertawa, tetapi obrolan itu tertangkap oleh salah seorang pengawal La Galigo bernama La Musureng.

La Musureng segera bergabung, "Apa yang kalian bicarakan? Ini pasti menarik!" Sawerigading menjawab, "Kita membicarakan tentang kecantikan. Aku baru saja mendengar tentang seorang istri penguasa Tempe yang sangat menawan." Matanya berbinar saat bercerita. "Kau tahu, La Togeq, kabarnya wanita itu tak tertandingi."

"Bisa jadi," sahut La Togeq Langi', "Dia lebih cantik dari semua istri La Galigo!" Ungkapan itu membuat La Musureng terkejut. "Benarkah? Kecantikan seperti apa yang bisa membuat La Galigo lupa diri?"

Usai mendengar cerita menggugah itu, La Galigo, yang berada di kesunyian kamarnya, merasa tersentuh. Dia kehabisan rasa ingin tahunya. "Iya, aku harus menemukan wanita itu!" serunya. Dia kemudian menyusun rencana untuk ke Tempe. Malamnya, ia menemui para istrinya. "Mari kita menyabung ayam di Tempe. Aku perlu melihat istri penguasa itu!" tegasnya.

Di Tempe, suasana sabung ayam berlangsung meriah. La Galigo berusaha mencari sosok yang diceritakan, tetapi tidak menemukan apapun. Kekecewaan menjalar, "Apakah tidak ada seorang pun yang sesuai dengan gambaran?" keluhnya.

Mendapatkan sambutan yang hangat dari penguasa Tempe, Ila Paseweng, La Galigo merasa tersisihkan. "Kami tidak memiliki apa-apa untukmu," ucap Ila Paseweng tegas. La Galigo terpaksa kembali ke Ale Cina, dengan rasa hampa yang mendalam.

Setelah pulang ke istana, La Galigo tampak murung. Sawerigading melihatnya dan berkomentar cemas, "Apa kau sakit, Galigo?" La Galigo hanya menggeleng, "Hanya merindukan kecantikan itu."

"Saya akan mencarikanmu wanita itu," tawar Sawerigading. Antusiasme La Galigo kembali membara, "Sungguh? Apakah kau bisa mengundangnya ke sini?"

Mendapat lampu hijau, mereka pun membuat rencana untuk menyelenggarakan sabung ayam dan mengundang Ila Paseweng serta istrinya, We White. La Galigo tak sabar menunggu kedatangan mereka. "Kita akan bersama-sama melihat wajah wanita itu!" katanya bersemangat, meskipun Sawerigading khawatir akan tindakan impulsif adiknya.

"Pastikan kau tidak melupakan keadaan!" tegur Sawerigading, "Dia adalah istri orang!" Namun, La Galigo sudah terlanjur terjebak dalam bayang-bayang cinta yang tak berbentuk. Kini, hanya waktu yang akan menjawab rindu yang membara dalam hati La Galigo.

Tokoh dalam Episode Ini

Sawerigading (supporting) La Togeq Langi' (supporting) La Musureng (minor) La Galigo (protagonist) Ila Paseweng (minor) We White (minor)