Episode 079: We Tenriengka Dan Kematian Yang Mengharukan

Story DNA

Genre
folk tale
Tone
melancholy
Themes
jealousy, betrayal, consequences of actions, loss
Plot Summary
Upon Ila Paseweng's return, his lover La Galigo, who has been with his wife We White, plants his dagger to frame her. Ila Paseweng discovers the dagger, accuses We White of infidelity, and despite her pleas, divorces her, prioritizing his honor. Heartbroken, We White falls ill and dies, leaving both La Galigo and Ila Paseweng consumed by profound guilt and sorrow over their roles in her tragic demise.

Episode 079: We Tenriengka Dan Kematian Yang Mengharukan

Keesokan harinya, suasana di istana Ale Cina tampak tegang. Ila Paseweng baru saja pulang dari perjalanan panjang. Ia segera menuju kamar istrinya, We White, yang terlihat terbaring lemah. La Galigo, yang berada di samping We White, tampak tenang, tetapi dalam hatinya mengungkapkan kebahagiaan tersendiri.

"Dia sudah pulih dari guna-guna. Kenapa aku harus pergi?" tanya We White, terbangun dan melihat La Galigo tersenyum manis.

"Karena saatnya aku menggantikan posisi suamimu," kata La Galigo, penuh percaya diri, sambil memandang We White dengan tatapan penuh harapan.

Kekhawatiran menyelimuti We White. "Apa kamu tidak takut akan konsekuensinya?"

Belum sempat La Galigo menjawab, suara langkah kaki Ila Paseweng semakin mendekat. We White panik. "Cepat, pergi dari sini!" teriaknya. Namun, La Galigo malah bersikap santai, "Aku ingin menikmati momen ketika dia mengetahui hubungan kita."

Ila Paseweng tiba dan menyambut We White dengan mesra. "Bagaimana keadaanmu, sayang? Kau tampak tidak sehat."

"Ah, hanya sedikit lelah," jawab We White sambil berusaha tersenyum, tetapi dia tahu penampilannya tidak bisa disembunyikan.

Sementara itu, La Galigo berpikir jahat. Dia meninggalkan keris pusakanya di kamar sebagai jebakan untuk Ila Paseweng. Dia yakin ini akan membuat hubungan mereka berantakan.

Ketika Ila Paseweng masuk dan menemukan keris tersebut, amarah langsung meluap. "Kau selingkuh dengan La Galigo!" teriaknya, mengeluarkan emosi yang terpendam.

"Tidak! Itu keris yang dipinjam We Nyili' Timo!" bantah We White, tetapi tidak ada yang mendengarkannya.

Ila Paseweng, yang hatinya sudah terluka, memutuskan untuk menceraikan We White. "Harga diri dan kehormatan diriku ada di atas cinta ini! Aku tidak akan membiarkan La Galigo merusak segalanya!"

We White terdiam. Air mata jatuh, tetapi cintanya terhadap Ila Paseweng tak dapat diselamatkan. "Bagaimana kau bisa melakukan ini?" hanya bisa ia ucapkan, suaranya bergetar.

Setelah perdebatan panjang, Ila Paseweng memutuskan. "Ceraikan aku!" ucapnya sambil berpegang pada hatinya yang hancur.

Hari-hari berikutnya, We White berduka. Ia tahu perjalanan hidupnya yang indah kini telah menghadapi ujian terberat.

"Dapatkah aku bertahan tanpa cinta sejatiku, Ila Paseweng?" tanyanya pada dirinya sendiri.

Setelah kabar perceraian menyebar, La Galigo merasakan kemenangannya. "Rencanaku hampir berhasil sepenuhnya," gumamnya bahagia.

Namun, tak lama kemudian, We White jatuh sakit. Dalam keheningan, tubuhnya terkulai di tempat tidur. "We White, bangunlah! Aku akan menikahimu!" seru La Galigo tetapi tak ada jawaban.

Keesokan harinya, kabar duka datang. We White telah pergi selamanya.

La Galigo terkejut, merasa dunia sekelilingnya runtuh. "Tidak! Ini semua salahku!" Sebuah kesedihan mendalam melanda dirinya.

Beberapa saat kemudian, Ila Paseweng, yang berada di luar istana, hanya bisa menangis. "Apa yang telah terjadi? Mengapa semua ini harus berakhir dengan cara pahit?"

Akhirnya, dalam kesedihan mendalam, baik La Galigo dan Ila Paseweng merasakan beban kesalahan yang harus mereka tanggung. Kini, keduanya harus hidup dengan kenangan yang menyakitkan dan rasa kehilangan yang tak terobati.

Tokoh dalam Episode Ini

We White (protagonist) La Galigo (antagonist) Ila Paseweng (supporting) We Nyili' Timo (minor)